Abdul Afif

Abdul Afif

Abdul Afif adalah mahasiswa jurusan Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran. Afif juga merupakan salah satu pendiri Studium Veritatis, sebuah klub kajian dan diskusi yang mempromosikan keterbukaan dan keadilan. Bagian dari jaringan kepemudaan Youth Freedom Network (YFN) dan Global Charter Team, Students for Liberty (SFL).

Abdul Afif bisa dihubungi via email: [email protected] dan akun twitter: @abdoelafif

Opini 17 Nov 2016

"Tragedi Kolektivisime” (The tragedy of the commons) adalah sebuah konsep penting yang harus dipelajari setiap individu agar mampu memahami bahwa kebijakan-kebijakan yang bersifat sharing public resources adalah malapetaka berujung penyalahgunaan. Berbagi sumber daya akan lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan.

Resensi 20 Okt 2016

Buku Pillars of Prosperity: Free Markets, Honest Money, Private Property adalah kumpulan manifesto ekonomi Ron Paul, selama lebih dari 30 tahun dalam memperjuangkan ide tentang kesejahteraan. Ron Paul merupakan tokoh politik libertarian di Amerika Serikat. Ia adalah anggota kongres Partai Republik dari negara bagian Texas, yang mencalonkan diri sebagai calon presiden di tahun 2008.

Opini 19 Sep 2015

Kalau kita mengenang nama Presiden Indonesia yang pertama, Ir. Sukarno, akan banyak sekali kita dapati sikap yang patut ditiru. Salah satunya adalah toleransi pada hal-hal yang bertentangan dengan diri kita. Seperti semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Bahwa Indonesia memang terdiri dari beragam agama, etnis, bahasa, budaya tapi tetap merupakan sebuah kesatuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Opini 11 Jul 2015

Bila ingat Gus Dur, akan muncul perasaan campur aduk dalam benak saya. Terutama perasaan malu dan rasa bersalah yang teramat besar pada beliau. Saya memang tidak pernah berjumpa dengan Gus Dur secara langsung, tapi untuk jangka waktu beberapa tahun entah kenapa saya begitu membenci sosok beliau.

Opini 2 Jun 2015

Ada suatu keengganan ketika akan menuliskan hal ini. Bagaimana tidak? Ketika membahas tentang Kitab Suci dengan landasan mempertanyakannya dan mengkritisi, maka hal yang pertama timbul dalam benak orang yang mengaku relijius adalah kata kafir, munafik, idiot,dan masih banyak kata yang senada. Dengan inti bahwa individu yang mempertanyakan dan mengkritisi hal tersebut adalah mereka-mereka yang memiliki "sesuatu yang salah" dalam otak mereka.

Opini 17 Apr 2015

Dewasa ini, kita sering mendengar kata sekuler sebagai kata dengan konotasi yang negatif. Seolah-olah menjadi sekuler adalah tindakan tercela bahkan dianggap anti-agama. Hal ini tentu tidak lepas dari propaganda yang gencar dilakukan terutama oleh mereka yang mengaku dirinya religius. Tapi benarkah sekuler adalah anti-agama?