Djohan Rady

Djohan Rady

Djohan Rady adalah alumnus S2 Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia. Kontributor tetap untuk Suara Kebebasan dan co-founder Indo-libertarian, sebuah komunitas libertarian di Indonesia. Bisa dihubungi di email [email protected] dan twitter @djohanrady

Opini 4 Mei 2016

Ternyata masih banyak orang yang beranggapan bahwa negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia (kesemuanya negara makmur) adalah negara sosialis. Salah satunya adalah kandidat presiden dari Partai Demokrat di Amerika Serikat, Bernie Sanders.

Ketika debat dengan Hillary Clinton beberapa waktu yang lalu, Bernie Sanders mengatakan bahwa AS perlu meniru kebijakan-kebijakan sosialis seperti yang diterapkan di Denmark. Ini, tentu saja, keliru. Denmark bukanlah negara sosialis.

Perdana Menteri Denmark sendiri meminta Sanders untuk berhenti menyebut Denmark sebagai negara sosialis. “Denmark adalah negara dengan ekonomi pasar,” kata PM Lars Løkke Rasmussen di sebuah acara di Harvard.

Opini 22 Apr 2016

Sangat sulit untuk dibantah bahwa saat ini kita hidup di masa-masa keemasan peradaban manusia. Dibandingkan dengan dua atau tiga ratus tahun yang lalu, saat ini kita hidup di jaman dimana tingkat kesejahteraan berada di titik paling tinggi.

Jika anda lahir di jaman dulu, katakanlah tahun 1000–1500 Masehi, kemunginan besar anda akan lahir dalam kondisi miskin: makanan sulit di dapat dengan menu yang tidak beragam, pakaian lengkap berbahan katun merupakan barang mewah yang hanya dimiliki para bangsawan, dan rumah anda hanya terdiri dari bahan-bahan non-permanen tanpa lantai ataupun atap yang kokoh.

Opini 6 Apr 2016

Lebih dari satu setengah abad setelah Frederic Bastiat menulis risalahnya yang berjudul "The Law", ternyata masih ada saja pemerintah yang tidak paham peran dan posisinya sebagai pelindung hak-hak individu. Bukannya melindungi, saat ini justru banyak negara yang melanggar hak individu dan melakukan legal plunder (perampokan legal). Salah satunya adalah Indonesia.

Opini 24 Mar 2016

Setelah sekian lama, layanan Netflix akhirnya hadir juga di Indonesia. Banyak warga, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, sudah menantikan layanan ini. Tetapi, sebagaimana biasa, pemerintah kemudian menjadi pihak pertama yang ingin merusak suasana: mereka menyatakan akan menyensor konten layanan Netflix. Menurut pemerintah, konten Netflix harus disensor untuk melindungi masyarakat dari tayangan-tayangan yang subversif dan kontroversial.

Opini 12 Mar 2016

Pemerintah mencabut industri film nasional dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Kebijakan ini praktis membuka pintu investasi asing di ranah industri film nasional selebar-lebarnya.

Ketika akan diumumkan, pelaku industri film di Indonesia menanggapi kebijakan tersebut dengan beragam reaksi. Ada orang-orang seperti Ody Mulya Hidayat, produser Maxima Pictures, yang menolak pencabutan DNI atas alasan proteksi dan nasionalisme.

Seperti diberitakan tempo.co, Ody mengatakan bahwa pencabutan industri film dari DNI justru akan akan mematikan industri perfilman lokal. “Bioskop asing pasti akan mengutamakan film-film negaranya dan kita tidak akan mampu bersaing,” kata Ody. Ia kemudian menambahkan bahwa investasi asing dapat menjadi awal masuknya budaya asing yang akan mempengaruhi budaya nasional.

Resensi 22 Feb 2016

Krisis finansial tahun 2008 meninggalkan penderitaan dan trauma yang dalam bagi masyarakat Amerika Serikat pada khususnya. Banyak pihak menyatakan bahwa krisis tersebut merupakan krisis finansial terburuk sejak era Depresi Besar di dekade 1930-an. Kerusakan yang timbul akibat bencana finansial 2008 memang cukup berat: output produk dan jasa menurun, pengangguran meningkat, dan ribuan keluarga terpaksa menjadi tunawisma.

Peristiwa ini tentu saja menarik minat dan perhatian para pembuat film. Setidaknya ada dua judul film yang sering dirujuk orang jika membicarakan krisis 2008: The Inside Job (Charles Ferguson, 2010) dan Capitalism: A Love Story (Michael Moore, 2009). Tahun ini kita disuguhkan sebuah film drama-komedi mengenai krisis 2008 yang segar dan menghibur berjudul The Big Short.