Djohan Rady

Djohan Rady

Djohan Rady adalah alumnus S2 Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia. Kontributor tetap untuk Suara Kebebasan dan co-founder Indo-libertarian, sebuah komunitas libertarian di Indonesia. Bisa dihubungi di email [email protected] dan twitter @djohanrady

Opini 15 Agu 2016

Di mana batas dari individualisme? Inilah salah satu pertanyaan yang harus dijawab kelompok libertarian jika mereka ingin melakukan otokritik. Sebagaimana kita tahu, libertarianisme berpusat pada ide individualisme. Segala upaya teoritis dan kritis yang dilakukan kelompok libertarian seharusnya menyasar pada dua target utama: melindungi dan mempromosikan hak-hak individu.

Opini 28 Jul 2016

Salah satu aspek yang membuat saya tertarik dengan ide libertarianisme adalah mengenai konsep pasar bebas. Menurut saya, pasar bebas merupakan salah satu konsep sosial yang paling brilian: konsep ini sederhana, sangat masuk akal, dan dapat menjelaskan berbagai fenomena ekonomi dengan sangat ringkas dan efektif, mulai dari asal-usul kemakmuran suatu masyarakat, harga suatu barang, hingga perilaku manusia.

Pasar bebas dapat kita definisikan secara sederhana sebagai sebuah sistem perekonomian dimana masing-masing orang dapat melakukan aktivitas ekonomi secara bebas tanpa ada intervensi dan restriksi eksternal. Di dalam pasar bebas, anda bebas melakukan pertukaran komoditas dengan pihak manapun yang anda suka, selama kedua belah pihak saling bersepakat terhadap syarat dan harga yang harus dibayar satu sama lain.

Opini 13 Jun 2016

Rasa-rasanya tidak ada ideologi yang lebih populer daripada marxisme. Meski sudah gagal berkali-kali dan nyaris mati, ideologi ini masih banyak dianut dan diperbincangkan dengan antusiasme yang tidak surut.

Hal ini bisa dimaklumi. Terlepas dari segala kontroversi yang melingkupi marxisme, ideologi ini memang bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan etis yang paling primordial dari kemanusiaan, yakni soal keadilan, kesetaraan, dan emansipasi. Status ideologi ini sebagai ideologi perlawanan juga memberikan semacam nuansa romantisisme perjuangan dan heroisme.

Opini 24 Mei 2016

Libertarianisme adalah paham yang berorientasi pada kebebasan individu. Bagi seorang libertarian, hak-hak individu harus ditempatkan pada prioritas paling tinggi di atas kepentingan-kepentingan kelompok, entah itu kepentingan suku, masyarakat, agama, atau bahkan negara.

Ada banyak alasan mengapa libertarian menganggap individu sebagai entitas terpenting. Dua alasan yang paling menonjol: (1) individu adalah unit terkecil dan paling konkret dari masyarakat, dan (2) kepercayaan bahwa, dalam jangka panjang, penjaminan terhadap hak-hak individu justru akan membawa dampak yang positif terhadap kepentingan masyarakat secara umum.

Opini 4 Mei 2016

Ternyata masih banyak orang yang beranggapan bahwa negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia (kesemuanya negara makmur) adalah negara sosialis. Salah satunya adalah kandidat presiden dari Partai Demokrat di Amerika Serikat, Bernie Sanders.

Ketika debat dengan Hillary Clinton beberapa waktu yang lalu, Bernie Sanders mengatakan bahwa AS perlu meniru kebijakan-kebijakan sosialis seperti yang diterapkan di Denmark. Ini, tentu saja, keliru. Denmark bukanlah negara sosialis.

Perdana Menteri Denmark sendiri meminta Sanders untuk berhenti menyebut Denmark sebagai negara sosialis. “Denmark adalah negara dengan ekonomi pasar,” kata PM Lars Løkke Rasmussen di sebuah acara di Harvard.

Opini 22 Apr 2016

Sangat sulit untuk dibantah bahwa saat ini kita hidup di masa-masa keemasan peradaban manusia. Dibandingkan dengan dua atau tiga ratus tahun yang lalu, saat ini kita hidup di jaman dimana tingkat kesejahteraan berada di titik paling tinggi.

Jika anda lahir di jaman dulu, katakanlah tahun 1000–1500 Masehi, kemunginan besar anda akan lahir dalam kondisi miskin: makanan sulit di dapat dengan menu yang tidak beragam, pakaian lengkap berbahan katun merupakan barang mewah yang hanya dimiliki para bangsawan, dan rumah anda hanya terdiri dari bahan-bahan non-permanen tanpa lantai ataupun atap yang kokoh.