Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan adalah kontributor tetap Suara Kebebasan yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Haikal menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia pada tahun 2018 dengan judul skripsi "Warisan Politik Ronald Reagan Untuk Partai Republik Amerika Serikat (2001-2016)."

Selain menjadi penulis di Suara Kebebasan, Haikal juga aktif dalam beberapa organisasi libertarian lainnya. Diantaranya adalah menjadi anggota Charter Teams organisasi mahasiswa libertarian, Students for Liberty sejak tahun 2015, dan telah mewakili Students for Liberty ke acara Asia Liberty Forum (ALF) di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2016.

Haikal juga merupakan salah satu pendiri dan koordinator dari komunitas libertarian, Indo-Libertarian sejak tahun 2015. Selain itu, Haikal juga merupakan alumni program summer seminars yang diselenggarakan oleh institusi libertarian Amerika Serikat, Institute for Humane Studies, dimana Haikal menjadi peserta dari salah satu program seminar tersebut di Bryn Mawr College, Pennsylvania, Amerika Serikat pada bulan Juni tahun 2017.

Haikal dapat dihubungi melalui email: [email protected] dan [email protected]

Opini 21 Nov 2016

Namanya Donald Trump. Dunia mengenalnya sebagai salah seorang pelaku bisnis properti asal negara Paman Sam, dan pembawa acara reality show The Apprentice. Pada pertengahan tahun 2015 lalu, ia mengumumkan akan menjadi salah seorang calon kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Republik. Sayang seribu sayang, tidak ada satu pihak pun yang menganggap dirinya serius, bahkan para petinggi partai tempat ia bernaung. Mulai dari media–media raksasa seperti CNN dan New York Times, hingga para komedian acara tengah malam, diantaranya John Oliver, Bill Maher, dan Stephen Colbert berpandangan Trump tidak lebih dari seorang badut politik.

Opini 22 Sep 2016

Beberapa minggu yang lalu, ketika saya tengah berselancar di media sosial, ada salah seorang teman kuliah yang mengunggah sebuah gambar karikatur. Di dalamnya, digambarkan seseorang yang hampir tenggelam di pesisir laut sembari berteriak meminta pertolongan dari penjaga pantai. Namun, bukannya memberi bantuan, penjaga pantai yang berada di dekatnya justru hanya duduk terdiam dan berkata “itu bukan urusan saya”.

Bukan gambar tersebut yang mendapat perhatian saya, namun caption yang ditulis oleh teman kuliah saya itu, yakni “Kelompok libertarian tidak akan menjadi mampu penjaga pantai yang baik.” Libertarianisme, dipahami oleh kawan saya tersebut, sebagai sebuah gagasan yang menjunjung sikap egois dan ketidakpedulian terhadap sesama. Setiap individu cukup memikirkan kebutuhan dan keinginannya masing-masing dan melupakan penderitaan yang dialami saudara mereka.    

Dasar Libertarianisme 13 Jul 2016

Sedari kecil, kita kerap diajarkan bahwa mentaati peraturan negara merupakan sesuatu yang patut untuk dilakukan.Ketundukan seseorang terhadap seperangkat aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat dianggap sebagai salah satu karakteristik utama dari definisi seorang warga negara yang baik. Mereka yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang, tak jarang disematkan label sebagai berandalan, penjahat, dan layak untuk dikurung di hotel prodeo.

Opini 22 Jun 2016

Libertarianisme merupakan gagasan yang menjunjung tinggi hak individu. Hampir seluruh kalangan yang menyebut diri mereka libertarian, sepakat bahwa individu merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan oleh karena itu perlindungan terhadap hak-hak mereka  merupakan sesuatu yang sangat esensial dan patut untuk diperjuangkan. Tanpa adanya pengakuan terhadap hak individu, niscaya akan membuka pintu lebar bagi datangnya kesewenang-wenangan dan tak jarang berujung pada totalitarianisme.

Opini 10 Mei 2016

Kapitalisme pasar bebas kerap didemonisasi oleh kelompok-kelompok kiri dan berbagai kalangan penentangnya sebagai sistem yang sangat eksploitatif.

Bagaimana tidak? Kapitalisme pasar bebas menuntut adanya kebijakan keterbukaan pasar dan persaingan bebas yang terlepas dari intervensi negara. Gagasan ini mengadvokasi hadirnya pemerintahan yang terbatas, hanya untuk melindungi hak individu dan kepemilikan warga negaranya dari agresi pihak lain.

Resensi 2 Mei 2016

Kapitalisme kerap diasosiasikan sebagai sebuah gagasan yang sangat eksploitatif dan hanya menguntungkan orang kaya. Kapitalisme diasosiasikan sebagai sebuah sistem ekonomi dan sosial yang menginnjak-injak martabat kelompok buruh dan sangat bertentangan dengan kepentingan kelas proletar. Sehingga tidak sedikit pihak-pihak yang mengajukan ide-ide lain mengenai sistem alternatif selain kapitalisme untuk mengorganisisir kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah gagasan negara komunis, dimana seluruh alat produksi dikuasai oleh negara dan negara dipimpin oleh 1 partai pelopor (vanguard party) demi menjaga jalannya revolusi untuk mencapai masyarakat tanpa kelas, sama rata dan sama rasa.