Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan adalah kontributor tetap Suara Kebebasan yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Haikal menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia pada tahun 2018 dengan judul skripsi "Warisan Politik Ronald Reagan Untuk Partai Republik Amerika Serikat (2001-2016)."

Selain menjadi penulis di Suara Kebebasan, Haikal juga aktif dalam beberapa organisasi libertarian lainnya. Diantaranya adalah menjadi anggota Charter Teams organisasi mahasiswa libertarian, Students for Liberty sejak tahun 2015, dan telah mewakili Students for Liberty ke acara Asia Liberty Forum (ALF) di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2016.

Haikal juga merupakan salah satu pendiri dan koordinator dari komunitas libertarian, Indo-Libertarian sejak tahun 2015. Selain itu, Haikal juga merupakan alumni program summer seminars yang diselenggarakan oleh institusi libertarian Amerika Serikat, Institute for Humane Studies, dimana Haikal menjadi peserta dari salah satu program seminar tersebut di Bryn Mawr College, Pennsylvania, Amerika Serikat pada bulan Juni tahun 2017.

Haikal dapat dihubungi melalui email: [email protected] dan [email protected]

Dasar Libertarianisme 13 Jul 2016

Sedari kecil, kita kerap diajarkan bahwa mentaati peraturan negara merupakan sesuatu yang patut untuk dilakukan.Ketundukan seseorang terhadap seperangkat aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat dianggap sebagai salah satu karakteristik utama dari definisi seorang warga negara yang baik. Mereka yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang, tak jarang disematkan label sebagai berandalan, penjahat, dan layak untuk dikurung di hotel prodeo.

Opini 22 Jun 2016

Libertarianisme merupakan gagasan yang menjunjung tinggi hak individu. Hampir seluruh kalangan yang menyebut diri mereka libertarian, sepakat bahwa individu merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan oleh karena itu perlindungan terhadap hak-hak mereka  merupakan sesuatu yang sangat esensial dan patut untuk diperjuangkan. Tanpa adanya pengakuan terhadap hak individu, niscaya akan membuka pintu lebar bagi datangnya kesewenang-wenangan dan tak jarang berujung pada totalitarianisme.

Opini 10 Mei 2016

Kapitalisme pasar bebas kerap didemonisasi oleh kelompok-kelompok kiri dan berbagai kalangan penentangnya sebagai sistem yang sangat eksploitatif.

Bagaimana tidak? Kapitalisme pasar bebas menuntut adanya kebijakan keterbukaan pasar dan persaingan bebas yang terlepas dari intervensi negara. Gagasan ini mengadvokasi hadirnya pemerintahan yang terbatas, hanya untuk melindungi hak individu dan kepemilikan warga negaranya dari agresi pihak lain.

Resensi 2 Mei 2016

Kapitalisme kerap diasosiasikan sebagai sebuah gagasan yang sangat eksploitatif dan hanya menguntungkan orang kaya. Kapitalisme diasosiasikan sebagai sebuah sistem ekonomi dan sosial yang menginnjak-injak martabat kelompok buruh dan sangat bertentangan dengan kepentingan kelas proletar. Sehingga tidak sedikit pihak-pihak yang mengajukan ide-ide lain mengenai sistem alternatif selain kapitalisme untuk mengorganisisir kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah gagasan negara komunis, dimana seluruh alat produksi dikuasai oleh negara dan negara dipimpin oleh 1 partai pelopor (vanguard party) demi menjaga jalannya revolusi untuk mencapai masyarakat tanpa kelas, sama rata dan sama rasa.

Dasar Libertarianisme 8 Apr 2016

Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar terminologi libertarianisme? Kebebasan, kemerdekaan, kompetisi, individualism, atau kapitalisme? Atau jangan-jangan kata tersebut tidak memberi makna apapun, seperti di Indonesia.

Di Amerika Serikat, libertarianisme merupakan gagasan yang kurang populer dan kerap disalahpahami, baik oleh kalangan konservatif di sayap kanan, maupun kelompok sosialis di sayap kiri. Bagi kalangan konservatif, libertarianisme dipahami sebagai gagasan yang mendewakan kebebasan individu hingga tidak terbatas. Sedangkan bagi kelompok liberal kiri, libertariansime dipandang merupakan gagasan yang mendorong eksploitasi kelompok miskin dan pekerja demi menguntungkan kalangan atas.

Resensi 31 Mar 2016

Apakah kita boleh menjual hak suara yang kita miliki? Apakah kita boleh membayar jasa seks kepada orang lain? Apakah seseorang memiliki hak untuk menjual ginjal, ataupun hatinya? Apakah seorang perempuan boleh menyewakan rahimnya? Apakah seseorang memiliki hak untuk memberikan hak asuh bayinya untuk diadopsi orang lain demi mendapatkan bayaran?

Bila dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemungkinan besar sebagian dari kita akan menjawab tidak. Seks, rahim, organ tubuh, hak asuh dan hak suara merupakan sesuatu yang dianggap sakral dan suci.