Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan adalah kontributor tetap Suara Kebebasan yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Haikal menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia pada tahun 2018 dengan judul skripsi "Warisan Politik Ronald Reagan Untuk Partai Republik Amerika Serikat (2001-2016)."

Selain menjadi penulis di Suara Kebebasan, Haikal juga aktif dalam beberapa organisasi libertarian lainnya. Diantaranya adalah menjadi anggota Charter Teams organisasi mahasiswa libertarian, Students for Liberty sejak tahun 2015, dan telah mewakili Students for Liberty ke acara Asia Liberty Forum (ALF) di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2016.

Haikal juga merupakan salah satu pendiri dan koordinator dari komunitas libertarian, Indo-Libertarian sejak tahun 2015. Selain itu, Haikal juga merupakan alumni program summer seminars yang diselenggarakan oleh institusi libertarian Amerika Serikat, Institute for Humane Studies, dimana Haikal menjadi peserta dari salah satu program seminar tersebut di Bryn Mawr College, Pennsylvania, Amerika Serikat pada bulan Juni tahun 2017.

Haikal dapat dihubungi melalui email: [email protected]gmail.com dan [email protected]

Opini 31 Jul 2017

Libertarianisme atau liberalisme klasik dan kapitalisme sering dianggap sebagai gagasan yang sejalan satu sama lain. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat banyak tokoh-tokoh pencetus gagasan libertarianisme yang pada saat yang sama memiliki pandangan bahwa kapitalisme merupakan sistem ekonomi terbaik yang dimiliki oleh manusia pada saat ini.

Ludwig von Mises, F. A. Hayek, dan Milton Friedman. Masing-masing dari mereka memiliki justifikasinya masing-masing mengenai keunggulan sistem kapitalisme, mulai dari kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang mampu mengalokasikan sumber daya secara efisien, hingga kapitalisme merupakan sistem yang terbukti telah berhasil mengangkat jutaan manusia dari kemiskinan.

Cerita 14 Jul 2017

Pada tanggal 17 hingga 23 Juni 2017 kemarin, saya mendapat kesempatan besar untuk mengikuti seminar musim panas mahasiswa (summer seminar) yang diselenggarakan oleh organisasi libertarian Institute for Humane Studies (IHS) di kampus Bryn Mawr, Pennsylvania, Amerika Serikat. Saya sungguh beruntung karena mendapatkan nominasi dari salah satu IHS untuk mengikuti acara ini.

Opini 1 Mar 2017

Kita akan mendirikan tembok besar sepanjang perbatasan selatan Amerika, dan Meksiko akan membayar tembok tersebut!”

Ketika saya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, maka saya akan melarang muslim untuk memasuki negara ini!.”

Itulah beberapa retorika yang kerap diucapkan oleh Donald Trump dalam kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 kemarin. Melihat hasil dari pemilu tersebut, tidak bisa diragukan lagi bahwa tak sedikit rakyat Amerika yang memiliki pandangan yang sama dengan Trump mengenai imigrasi. Mereka menganggap bahwa imigran Meksiko dan Muslim merupakan ancaman bagi negeri Paman Sam, baik dalam bidang keamanan maupun ekonomi.

Resensi 21 Feb 2017

Hak kekayaan intelektual kerap dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting untuk dijaga dan dilindungi. Bagaimana tidak, hak kekayaan intelektual merupakan salah satu instrumen terpenting yang melindungi seseorang untuk berhak menikmati manfaat dari hasil karya yang ia buat. Selain itu, dengan adanya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual, akan menumbuhkan insentif bagi setiap individu untuk meningkatkan kreativitasnya karena setiap orang tidak bisa asal menduplikasi hasil karya orang lain.

Opini 24 Jan 2017

Manakah yang lebih baik, hidup dengan dikurung seumur hidup oleh seseorang yang tidak dikenal ataupun oleh seorang kerabat kita sendiri?

Banyak orang tentu akan menjawab tidak keduanya. Hidup dengan cara dikurung seumur hidup oleh siapapun, bukanlah sesuatu yang menjadi impian setiap individu. Hidup dalam kurungan sama saja dengan menghilangkan kemerdekaan yang kita miliki. Kemerdekaan untuk bepergian, untuk berkarya, untuk aktualisasi diri, dan yang terpenting, memiliki kemerdekaan untuk mengatur jalan hidup diri kita sendiri.

Resensi 19 Jan 2017

Apa batas yang akan Anda lakukan demi sebuah prinsip? Bila Anda sudah memiliki pekerjaan yang mapan, rumah mewah, tinggal di tempat eksotis, dan kekasih yang cantik jelita, bersediakah semua hal tersebut ditinggalkan demi sebuah prinsip? Beranikah Anda untuk tetap mengikuti suara hati nurani, meskipun dengan resiko kehilangan tempat tinggal, hidup ribuan kilometer dari teman dan keluarga, serta terancam berada di balik jeruji besi seumur hidup?