Muhamad Rosyid Jazuli

Muhamad Rosyid Jazuli

Muhamad Rosyid Jazuli, MPP.  Lulusan Victoria University of Wellington ini merupakan anak muda yang konsen dengan analisis reformasi kebijakan. Rosyid adalah Ketua PPI Selandia Baru pada periode 2016-2017. Saat ini ia aktif sebagai staf di Tim Ahli Wakil Presiden RI dan menjadi peneliti di Paramadina Public Policy Institute.

Sindikasi 6 Sep 2018

Kejatuhan ekonomi Venezuela terjadi antara lain akibat pengucuran subsidi yang berlebihan. Bagi Indonesia, kebijakan subisidi juga sering dipakai sebagai obat penangkal "penyakit" nasional khususnya kemiskinan. Namun layaknya obat, perlu sejenak kita memahami bahwa subsidi memiliki dampak buruk dan efek samping. Di banyak negara berkembang, seperti Indonesia, subsidi seakan menjadi kebijakan wajib pemerintah.

Argumen utamanya adalah pada umumnya kebijakan subsidi bertujuan untuk mengendalikan harga sehingga rakyat mampu membeli dan memenuhi kebutuhan pokoknya. Subsidi digambarkan sebagai kewajiban konstitutional dan moral bagi negara (Hukumonline, 2013) yang masih bergelut dengan masalah sosial khususnya kemiskinan dan pengangguran.

Sama-sama negara berkembang, Venezuela dan Indonesia memiliki sejarah yang agak mirip tentang kebijakan subsidi ini. Dua negara ini membangun era subsidi besar-besarannya pada masa "kejayaan minyak bumi". Di era Hugo Chaves, kebijakan subsidi di Venezuela dibangun atas dasar bahwa cadangan minyak mereka melimpah. Harga minyak yang pada masanya pernah tinggi, membuat negara tersebut seperti kejatuhan "rejeki nomplok". Harga-harga dikendalikan dengan subsidi, begitu juga nilai tukar mata uangnya.

Di Indonesia, rezim subsidi digawangi oleh pemerintahan Soeharto yang menjadikan minyak bumi menjadi penopang utama keuangan negara (Chelminski, 2016). Pada masa itu produksi minyak bumi Indonesia menjadi salah satu yang terbanyak di dunia hingga menjadikan negara ini anggota OPEC. Sama seperti Venezuela, harga barang-barang pokok seperti makanan, pupuk, dan tentunya bahan bakar minyak dipatok relatif rendah karena suntikan subsidi. Pun harga nilai tukar ditahan pada level yang stabil dengan bantuan subsidi.