David Boaz

David Boaz

David Boaz menjabat Wakil Presiden Eksekutif Cato Institute serta berperan kunci dalam perkembangan Cato Institute juga gerakan libertarian. Ia penulis buku The Libertarian Mind: A Manifesto for Freedom dan menjadi editor The Libertarian Reader.

Sindikasi 18 Mei 2018

Pada tahun 2005 salah satu tokoh politik terkemuka Malaysia Anwar Ibrahim berkunjung ke Cato Institute. Pada foto di sebelah kanan ini, saya menyerahkan kepada beliau satu eksemplar buku saya yang berjudul Libertarianisme: Suatu Premier (Libertarianism: A Primer), yang Ia bilang sudah baca - ketika ia di dalam tahanan. Sebagai penulis saya terkejut! Setelah menjadi pemimpin dari partai oposisi Partai Keadilan Rakyat (PKR), kembali lagi ia dipenjarakan akibat tuduhan palsu pada tahun 2015. Tapi berkat hasil pemilu baru-baru ini, tampaknya ia bukan hanya akan dilepaskan, tetapi juga akan diangkat sebagai perdana menteri.

Sungguh cerita yang tidak mudah dicerna. Dulunya Anwar merupakan seorang pemimpin muda yang sedang naik daun di UMNO, partai yang sudah memerintah Malaysia selama enam dekade sejak merdeka. Ia ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri oleh Mahathir Muhamad, yang dikenal membela mati-matian “nilai-nilai ketimuran” dari ide-ide demokrasi dan hak asasi manusia a la Barat. Tetapi Anwar bersitegang dengan Mahathir tentang kebijakan terhadap krisis moneter Asia tahun 1998 dan atas tuduhan korupsi. Pada tahun 1998 pula Anwar dilepaskan dari jabatannya dan dijebloskan ke tahanan yang proses pengadilannya disorot seluruh dunia. Organisasi Amnesty International menyatakan bahwa proses pengadilannya “membeberkan pola manipulasi politik oleh lembaga negara, di antaranya Kepolisian, Jaksa Penuntut, dan Kehakiman”. Ia dilepaskan pada tahun 2004 namun dilarang ikut serta dalam dunia perpolitikan hingga lima tahun berikutnya. Setelah ia kembali ke politik bersama pihak oposisi, ia kembali lagi membuat murka partai pemerintah dan kembali lagi ke dalam tahanan.