Arian Pangestu

Arian Pangestu

Opini 22 Mar 2018

Musuh besar filsafat ialah kata “finalitas”. Jadi, haram hukumnya kata final diucapkan di ranah institusi pendidikan, khususnya universitas. Sebab, universitas dalam definisi bebas adalah wilayah di mana sikap kritis dan berpikir tidak boleh layu. Keduanya mesti terus-menerus disirami supaya tumbuh lebat. Hanya dengan cara seperti itu, universitas dapat menjadi bandara, terminal, dan jalan raya–tempat lalu lintasnya pikiran. Karena dalam ranah pendidikan, musuh terbesar bagi seorang pelajar ialah lack of thinking.

Namun, permasalahan ini kurang mendapat perhatian oleh pengajar. Justru secara diam-diam kultur feodalisme dipelihara rapih di institusi pendidikan. Semisal, mahasiswa harus tunduk pada dosen; dosen bergelar doktor, ketua prodi, dan rektor tidak boleh dikritik.  Pada praktik itulah terjadi pengendalian narasi–di mana diskurus disodorkan terus-menerus oleh pihak pengajar saja. Maka, yang terjadi ialah minus interpretasi baru.