Hendra Manggopa

Hendra Manggopa

Hendra Mangopa adalah anggota yang aktif di lingkaran Mises Club Indonesia dan penggiat di Amagi Indonesia, Organisasi Non Pemerintah yang didasarkan pada prinsip Libertarianisme, ingin membawa tradisi pemikiran Mazhab Austria ke dalam perbincangan ekonomi kita saat ini. Upaya Amagi diawali dengan pembukaan lingkaran studi bernama Mises Club Indonesia yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara.

 
Opini 20 Jul 2017

Pada puncak peringatan Hari Anti Korupsi 10 Desember 2015 lalu, Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan telah membacakan pidato tertulis presiden Joko Widodo di gedung Sabuga, Bandung. Pidato tersebut berisi seruan untuk memerangi dan mengajak semua elemen masyarakat untuk melakukan tindakan preventif terhadap korupsi yang merajalela di negeri ini.

Opini 12 Jul 2017

Banyak orang yang alergi dengan prinsip moral yang mengedepankan individu – atau yang sering disebut sebagai individualisme. Mereka mengasosiasikan paham ini secara fundamental bertentangan dengan watak asli manusia: manusia sebagai makhluk sosial.

Opini 23 Jun 2017

Pemerintah menunjukkan kecemasan yang kuat akan isu intoleransi beragama dan keberagaman. Presiden bahkan mengutarakan kata “gebuk” kepada mereka yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Presiden juga kemudian meresmikan Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), sebagai upaya mencegah potensi disintegrasi dalam bernegara. Pancasila konon kembali akan dimantapkan lewat kekuatan unit kerja ini.

Dasar Libertarianisme 9 Jun 2017

Tahun 1848,  adalah masa pemberontakan dan protes massal di benua Eropa. Saat itu juga merupakan tahun di saat Karl Marx dan Friedrich Engels menulis karya revolusioner mereka,  The Communist Manifesto. Hantu komunis membayangi Eropa dan juga isme-isme lainnya: Fourierisme, Owenisme,  Saint-Simonisme, dan transendentalisme. Ada juga, sosialisme utopian, sosialisme revolusioner,  dan sosialisme nasionalis. Isme-isme ini tumbuh sebagai reaksi terhadap transformasi cepat terhadap pertanian di dunia industrial. 

Opini 31 Mei 2017

“Niat sekeras besi, pikiran sekuat baja”, begitu kira-kira julukan untuk Ludwig von Mises dari seorang istrinya. Tapi, karena kekuatan pikirannya, ia mampu menulis karya terpenting yang diterbitkan tepat pada tahun 1949. Karya tersebut adalah Human Action. bagi aliran Austria, karya tersebut seperti  Das Capital bagi Marxis, sebuah risalah ekonomi yang lengkap. Dan seperti Das Capital, karya Mises itu tebalnya lebih dari 900 halaman. Anda mungkin bertanya, “apa isi Human Action itu”? para pengagumnya akan menjawab, “semuanya ada”.

Opini 25 Mei 2017

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017, tentang akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan (baik intensifikasi maupun ekstensifikasi). Dalam aturan ini, pihak Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak akan dibekali kewenangan akses untuk membuka data rekening nasabah bank untuk keperluan penyidikan pajak. Upaya pemerintah dengan menerbitkan peraturan ini tidak lain demi pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan. Alasan lainnya karena keterbatasan akses mengenai informasi pajak yang menurut Ditjen Pajak menghambat penerimaan pajak.