Amato Assagaf

Amato Assagaf

Amato Assagaf, editor Amagi – Organisasi Non Pemerintah yang didasarkan pada prinsip Libertarianisme, ingin membawa tradisi pemikiran Mazhab Austria ke dalam perbincangan ekonomi kita saat ini. Upaya Amagi diawali dengan pembukaan lingkaran studi bernama Mises Club Indonesia yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara. Amato juga merupakan penulis dari “Merenungkan Libertarianisme” (2011) yang diterbitkan oleh FNF Indonesia. Blog pribadinya yang bisa dikunjungi: http://populuslibertarian.blogspot.co.id/

Opini 14 Mar 2018

Ada dua hal yang secara bersamaan hendak dibicarakan dalam buku “Apa Pilihanmu: Pengendalian Diri atau Pengendalian Negara” (Editor: Tom Palmer) yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Suara Kebebasan. Kedua hal tersebut adalah kendali diri dan kendali negara. Dalam konstruksi buku ini, keduanya berdiri berhadapan. Karenanya, melihat yang satu adalah memperhatikan yang lain. Misalnya, ketika kita bertanya tentang sejauh apa kendali diri diperlukan, maka jawabannya bisa dibaca dalam batas-batas yang bisa kita temukan dari kendali negara.

Apa yang disebut sebagai kendali negara bisa muncul dalam wajah terang maupun gelap. Secara langsung lewat perangkat kekerasan atau secara tak langsung lewat perangkat kesejahteraan. Dengan perangkat pertama kita cenderung bisa begitu cepat tanggap untuk menolak perluasan batas-batasnya. Tapi dengan perangkat kedua kita tak jarang malah mendukung.

Jika dibaca dalam model Althusserian, kendali kedua ini bersifat ideologis, halus namun berdampak kuat dan berjangka panjang. Ia adalah pembunuh kemandirian dan bersamanya pula kepribadian individu, masyarakat, dan pada akhirnya, sebuah bangsa. Ia adalah perayaan bagi kematian kebebasan dalam pupusnya rasa tanggung jawab pribadi. Dalam arti ini, ia adalah kemurahan hati yang membunuh.

Dasar Libertarianisme 7 Jul 2017

“Aku tidak suka dengan Tuhan yang tidak pernah berubah.”  –

Afrizal Malna dalam Biografi Yanti 12 Menit 

Saat yang disebut sebagai kaum intelektual, dengan alasan argumentatif mereka sendiri, tidak berteriak mengikuti suara “rakyat” atau yang juga sering disebut “kaum tertindas,” mereka dituduh tidak memiliki keberpihakan kepada kelompok kelas bawah. Tapi jikapun mereka ikut berteriak menyerukan penindasan itu, kaum intelektual ini akan tetap dipojokkan dengan ungkapan tak memiliki basis massa dan/atau, lewat tragedi analisa Marxis, dianggap hanya menyuarakan kepentingan kelasnya sendiri. Kenapa? Karena mereka kaum intelektual non-Marxis.

Dasar Libertarianisme 16 Mei 2017

Suara Kebebasan adalah nama yang kentara bagi kehendak untuk menyerukan dan menyuarakan kebebasan, mestinya, dengan kehendak untuk berdiam dalam gagasan yang lebih bersifat filosofis. Dalam arti apapun, kata ‘filosofis’ selalu melibatkan gambaran akan satu atau lebih bentuk filsafat, meskipun dengan asumsi yang hendak menjauh dari kesan akademis akan istilah filsafat.

Dasar Libertarianisme 25 Apr 2016

Carl Menger tidak turun dari langit dan mazhab Austria bukan agama. Tapi jika kita bicara tentang kitab suci bagi ilmu ekonomi, mazhab Austria punya beberapa. Yang punya kapasitas untuk jadi nabi, lengkap dengan kitab sucinya, bagi mazhab Austria yang pantas adalah Ludwig von Mises dan Murray Newton Rothbard.

Mises punya Human Action dan Rothbard dengan Man, Economy, and State. Dengan kedua ekonom ini dan buku-buku mereka, mazhab Austria – dari versi kurang Hayekian – hadir sebagai sebuah tantangan tersendiri baik buat para ekonom pada umumnya maupun kepada para ekonom laissez-faire.

Dasar Libertarianisme 30 Mar 2016

Kita tidak mempelajari ilmu ekonomi Mazhab Austria dengan terutama mempertimbangkan relevansinya, karena orang sakit mana yang bisa mengatakan bahwa ilmu ekonomi tidak ada relevansinya dalam kehidupan kita? Kita mempelajari ilmu ekonomi Mazhab Austria untuk alasan yang sama kenapa kita mempelajari ilmu ekonomi. Itu alasan pertama. Alasan yang kedua bertolak dari optimisme historis sementara pendukung ekonomi pasar bebas bahwa, setelah menunggu begitu lama, mazhab ekonomi Austria kini tengah berada pada jalannya untuk menjadi yang terdepan.