Rafli Zulfikar

Rafli Zulfikar

Rafli Zulfikar adalah Lulusan Hubungan Internasional, Universitas Jember. Peneliti di Politica Research Centre dan Koordinator Lembaga Kajian Social Science and Humanities (Societies). Bisa dihubungi melalui email: [email protected] dan twitter: @raflizulfikr
Opini 18 Agu 2016

Dodi Ambardi dalam Buku dari Columbus untuk Indonesia, Sebuah buku yang ditulis untuk memperingati 70 tahun umum Indonesianis William Liddle, mengatakan bahwa pendekatan realis itu efisien dan elegan, berlogika sederhana, namun punya prediksi yang kuat dan luas. Dengan demikian, dari kacamata realis seolah bisa menemukan hukum-hukum sosial dan politik dengan jelas.

Opini 7 Mar 2016

It turns out Lenin was wrong.
Debauching the currency is actually the best way to destroy the socialist,
not the capitalist, system.
                                     (Matt O’Brein, 2015)

Berakhirnya booming komoditas dan membanjirnya stok minyak dunia menjadi faktor yang cukup dominan turunnya harga minyak dunia. Di satu sisi, negara produsen minyak tidak mau menurunkan produksi minyak. Di sisi lain, melemahnya ekonomi global terutama China dan menurunnya permintaan minyak dari Amerika sebagai negara konsumen minyak terbesar, serta keputusan Iran untuk tetap menggenjot produksi minyak telah menjadikan permintaan akan minyak menjadi turun, harga rendah dan alhasil ekonomi global muram.

Opini 24 Agu 2015

“Purpose of economics is to help decision makers make better decision”
W.J Granger

Opini 22 Jul 2015

Dana aspirasi yang rencananya dianggarkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 mendapat reaksi yang beragam. Editorial Suarakebebasan.org dalam rilis menghentikan dana aspirasi DPR untuk transparansi dana publik misalnya mempersoalkan usulan dana aspirasi sebesar 11,2 Triliyun atau dengan presentase 20 milyar per anggota dengan dalih menggunakan mandat UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, dan DPD (MD3) pasal 80 ayat j bahwa setiap anggota parlemen wajib memperjuangkan aspirasi pembangunan di daerahnya.