Hayek, Pasar, dan Intervensi Pemerintah

Resensi    | 30 Nov 2017 | Read 111 times
Hayek, Pasar, dan Intervensi Pemerintah

Detail Buku

  • Judul: The Essential Hayek
  • Penulis: Donald J. Boudreaux
  • Jumlah Halaman: 85
  • Tahun Terbit: 2014
  • Penerbit: The Fraser Institute

Bila ada seseorang yang bertanya kepada saya "siapakah tokoh yang paling berpengaruh dan bertanggung jawab terhadap gerakan libertarian di dunia pada abad ke 20?" hanya ada satu nama yang terlintas di pikiran saya. Dialah ekonom dan filsuf kenamaan Friedrich August Hayek (1899 - 1992.)

Meraih hadiah Nobel ekonomi pada tahun 1974, Hayek merupakan salah satu pemikir paling tersohor di abad ke 20. Berbagai karyanya meliputi berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, filsafat politik, hingga hukum. Sepanjang hidupnya Hayek telah menerbitkan lebih dari 20 buku dan kumpulan tulisan. Meskipun demikian, sebagaimana banyak karya tokoh intelektual besar dunia, tak sediikt berbagai karya tulis Hayek tersebut yang terbilang cukup sulit untuk dipahami oleh kalangan awam, termasuk diri saya sendiri.

Untuk itulah berbagai buku pengantar untuk memahami gagasan Hayek-pun diterbitkan, dengan tujuan mempopulerkan gagasan ekonom kelahiran Austria tersebut. Bagi saya, salah satu pengantar terbaik mengenai gagasan Hayek adalah buku yang berjudul "The Essential Hayek" yang ditulis oleh ekonom Universitas George Mason, Donald J. Boudreaux. Dalam bukunya yang dibagi menjadi 10 chapter tersebut, Boudreaux memaparkan secara singkat intisari dari berbagai gagasan Hayek secara sederhana.

*****

Boudreaux mengawali bukunya dengan memberi paparan singkat mengenai gagasan Hayek tentang spontaneous order melalui barang-barang yang ada disekitar kita, yang kerap kita gunakan sehari-hari. Ambillah contoh kertas. Kertas merupakan sesuatu yang sangat umum kita jumpai, dan memiliki fungsi yang sangat esensial dan beragam. Diantaranya buku bacaan kita sehari-hari dan buku catatan untuk menulis semua membutuhkan kertas sebagai bahan dasarnya.

Namun, tahukah Anda dari pohon jenis apa kertas yang biasa kita jumpai berasal? Bila Anda tidak tahu jawabannya, berarti Anda sama dengan saya. Saya bukanlah seorang yang ahli mengenai kertas, dan saya sama sekali tidak mengetahui bahwa kertas biasa saya gunakan untuk mencatat tugas kuliah berasal dari pohon jenis apa. Meskipun demikian, saya yakin bahwa di suatu tempat pasti ada seorang pakar yang memahami secara rinci jenis pohon apa yang dapat digunakan untuk membuat selembar kertas, karena bila tidak ada pakar tersebut, niscaya kertas mustahil dapat diproduksi.

Lantas, untuk membuat secarik kertas, apakah hanya dibutuhkan seorang ahli mengenai pepohonan saja? Jelas tidak. Untuk membuat kertas dibutuhkan gergaji mesin untuk menebang pohon. Untuk membuat gergaji mesin dibutuhkan seorang ahli teknik yang mengerti cara kerja alat tersebut. Selain itu, untuk membuat gergaji mesin dibutuhkan banyak bahan, salah satunya adalah besi, dan untuk itulah seorang ahli tambang dibutuhkan untuk menambang bijih besi dari dalam bumi. Untuk menambang bijih besi dibutuhkan alat khusus dan untuk membuatnya dibutuhkan seorang ahli teknik mesin yang berbeda pula, dan begitu pula seterusnya.

Hal tersebut baru memperlihatkan rantai produksi sebelum pohon untuk membuat kertas ditebang. Lantas, setelah pohon ditebang, apakah langsung menjadi kertas yang dapat kita gunakan dengan tiba-tiba? Tentu masih ada proses lain yang dibutuhkan, diantaranya membawa potongan-potongan kayu tersebut ke pabrik pembuatan, dan untuk membawanya dibutuhkan mobil atau truk. Untuk membuat mobil atau truk dibutuhkan lagi seorang ahli teknik otomotif.

Setelah sampai di pabrik potongan kayu tersebut akan melalui proses untuk menjadi bubur kertas atau pulp, dan untuk melalui proses tersebut dibutuhkan alat lagi yang dapat menghancurkan potongan-potongan kayu, dan seterusnya. Bahkan untuk membuat sesuatu yang sangat sederhana seperti kertas yang kita gunakan sehari-hari dibutuhkan proses panjang dan kompleks, yang melibatkan kerja sama dari ribuan atau bahkan jutaan orang.

Tidak ada seorang pun yang dapat memiliki informasi secara rinci dan mendetail mengenai keseluruhan proses yang dibutuhkan untuk membuat secarik kertas. Setiap individu hanya dapat memiliki pengetahuan mengenai sebagian kecil saja dari seluruh rantai produksi yang kompleks tersebut.

Lalu, meskipun demikian, apa yang membuat ribuan, atau bahkan jutaan orang tersebut dapat bekerja sama dalam membuat kertas? Apakah ada seorang penguasa besar yang mendikte para pelaku usaha tersebut dalam melakukan kegiatan ekonominya?

Hayek menyatakan setiap individu dan pelaku usaha memiliki kemampuan unuk melakukan kegiatan ekonominya masing-masing, dan kehadiran seorang penguasa untuk memberi instruksi mengenai apa yang harus mereka lakukan sangatlah tidak diperlukan. Lantas, bila demikian, Apa yang memungkinkan seorang penambang dapat mengetahui berapa banyak bijih besi yang perlu untuk ditambang, atau produsen gergaji mesin memiliki informasi mengenai kemana produknya akan dipasarkan?

Disinilah peran harga yang sesuai dengan mekanisme pasar menjadi hal yang sangat esensial. Hayek menulis bahwasanya harga memiliki peran sebagai sumber informasi bagi setiap pelaku usaha untuk mengambil keputusan.

Setiap individu yang rasional memiliki self-interest (kepentingan pribadi) untuk memuaskan dirinya masing-masing. Tidak ada seorang yang rasional yang ingin mendapat kerugian. Melalui harga, setiap pelaku usaha mendapat informasi mengenai apa yang harus mereka lakukan. Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, apabila harga besi meningkat, hal tersebut merupakan informasi bahwasanya ada semakin banyak pihak yang membutuhkan besi, dan hal tersebut memberi sinyal kepada penambang bijih besi untuk menambang besi lebih banyak demi meningkatkan keuntungan dan memenuhi permintaan akan mineral tersebut.

Hal tersebut berlaku pula untuk berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Apabila perusahaan penebang pohon A memutuskan untuk membeli gergaji mesin dengan harga lebih rendah dari biasanya, maka hal tesebut merupakan informasi bagi perusahaan produsen gergaji mesin bahwasanya ketertarikan perusanaan penebang pohon A atas produk yang mereka buat mengalami penurunan, dan produsen gergaji mesin tersebut dapat memutuskan untuk menawarkan produknya ke perusahaan penebang pohon lain dengan harapan mendapat penawaran harga yang lebih tinggi. Hal tersebut berlaku pula sebaliknya.

Oleh karena itulah sistem ekonomi pasar, dimana harga menjadi sumber informasi utama bagi para pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan, merupakan sistem ekonomi yang paling efisien untuk mengalokasikan sumber daya. Apabila ada harga barang tertentu yang jatuh, maka hal tersebut menjadi sinyal bagi para produsen untuk berhenti memproduksi barang tersebut, dan sumber daya yang ada dapat dialihkan untuk memproduksi barang lain yang dapat bermanfaat bagi  konsumen.

Di dalam sistem ekonomi pasar, satu-satunya cara setiap orang memenuhi kepentingan pribadinya untuk mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan adalah dengan cara melayani orang lain dengan menyediakan produk yang bermanfaat. Dalam ekonomi pasar, bahkan pebisnis yang paling serakah pun hanya dapat memenuhi nafsunya untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya apabila ia mampu membuat sesuatu yang bernilai dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Begitu pula sebaliknya, konsumen yang paling serakah pun hanya bisa memenuhi keinginannya untuk membeli barang-barang yang ia inginkan apabila ia bersedia untuk membayar barang tersebut sesuai dengan harga yang disepakati oleh produsen.

Pasar tidak membutuhkan instruksi atau komando terpusat dari penguasa untuk mampu berjalan secara teratur. Fenomena inilah yang disebut oleh Hayek sebagai Spontaneous Order (atau bila diterjemahkan menjadi keteraturan spontan.)

Lantas, bagaimana bila harga yang ada di pasar bukan merupakan sesuatu yang berdasarkan hukum permintaan dan penawaran? Bukankah pemerintah juga bisa membuat kebijakan intervensionis dengan melakukan kontrol terhadap harga?

*****

Sebagaimana yang sudah dipaparkan di paragraf-paragraf sebelumnya, harga merupakan sumber informasi utama bagi para pelaku usaha untuk mengambil keputusan dalam melakukan kegiatan ekonomi. Untuk itulah, sistem ekonomi yang baik membutuhkan informasi harga yang tepat dan sesuai dengan realita bagi pelaku usaha agar mereka dapat mengambil langkah yang akurat dan menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara efisien.

Boudreaux memberi contoh sederhana dengan menggunakan jeruk dan anggur. Apabila pada suatu waktu konsumen lebih ingin mengkonsumsi anggur daripada jeruk, niscaya harga anggur akan meningkat. Meningkatnya harga anggur memberi informasi kepada para petani bahwa di pasar pesanan anggur semakin meningkat, dan memberi insentif bagi para petani untuk lebih banyak menanam anggur.

Begitu pula bila harga besi tiba-tiba meningkat dibandingkan dengan harga alumunium dikarenakan besi semakin langka, maka hal tersebut menjadi sumber informasi bagi produsen manufaktur agar memindahkan sebagian bahan produksi mereka dari menggunakan besi menjadi alumunium dengan harga yang lebih murah.

Namun tidak demikian halnya apabila pemerintah ikut campur dalam harga pasar. Bila harga anggur menjadi naik karena konsumen meningkat, namun pemerintah menetapkan kontrol harga terhadap anggur, maka para petani dalam hal ini tidak mendapat informasi kenaikan permintaan anggur tersebut, dikarenakan harganya tidak meningkat. Para petani akan tetap menanam anggur dengan jumlah yang seperti biasa karena tidak ada insentif untuk menanam lebih. Penggunaan sumber daya dan tenaga kerja pun akhirnya menjadi tidak efisien dikarenakan permintaan konsumen terhadap anggur di pasar tidak dapat terpenuhi dengan baik.

Hal yang sama juga terjadi apabila pemerintah menetapkan harga besi pada angka tertentu, sehingga di saat terjadi kelangkaan, harga besi tidak mengalami peningkatan. Meskipun besi semakin langka, namun dengan harga besi dan aluminium yang relatif sama maka para produsen manufaktur tidak memiliki informasi mengenai bahan baku apa yang lebih baik mereka gunakan. Akibatnya produsen manufaktur tetap memesan besi dan alumunium pada jumlah yang sama yang niscaya akan semakin meningkatkan kelangkaan besi.

Pada akhirnya perekonomian pun menjadi stagnan dan tidak bisa tumbuh. Para petani misalnya, lantas akan mengalami kerugian dikarenakan mereka menemukan bahwa buah jeruk yang ditanam dengan jumlah yang relatif dengan buah anggur tidak habis terjual di pasar, dikarenakan permintaan konsumen terhadap jeruk ternyata tidak sebanyak konsumen anggur seperti yang mereka kira. Andaikata pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap harga, niscaya para petani tersebut akan memiliki insentif untuk lebih banyak menanam anggur di tanah yang mereka garap, dikarenakan harga anggur meningkat, dan menurunkan produksi jeruk sesuai dengan permintaan konsumen di pasar.

*****

Selain merangkum gagasan Hayek mengenai harga, pasar, dan intervensi pemerintah secara sederhana, buku karya ekonom asal Universitas George Mason ini juga menguraikan secara singkat mengenai ide-ide Hayek lainnya, diantaranya mengenai inflasi, uang, hukum, serta pandangan Hayek mengenai kekuatan sebuah ide, yang tentunya karena segala keterbatasan saya tidak bisa uraikan semuanya dalam satu artikel.

Friedrich Hayek sendiri tidak diragukan lagi merupakan salah satu tokoh pemikir dan pejuang kebebasan terbesar di abad ke 20. Gagasan Hayek telah mengubah persepsi banyak kelompok intelektual, akademisi, ekonom, pelaku usaha, politisi, dan juga jutaan masyarakat terhadap pasar, peran harga, uang, dan peran pemerintah. Oleh karenanya, bagi saya sangat penting bagi siapapun yang memiliki perhatian dan ketertarikan terhadap ide-ide kebebasan untuk membaca dan mempelajari karya-karya Hayek.

Sebagai penutup, buku "The Essential Hayek" karya Boudreaux ini merupakan salah satu buku terbaik untuk memperkenalkan gagasan-gagasan besar dari ekonom kelahiran Austria ini kepada masyarakat, karena keberhasilaannya merangkum esensi dari gagasan-gagasan Hayek dengan bahasa serta ilustrasi yang sederhana. Saya berharap, mudah-mudahan buku ini dapat segera diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar ide-ide Hayek mengenai kebebasan dapat semakin berkembang di tanah air.

Haikal Kurniawan

Haikal Kurniawan adalah kontributor tetap Suara Kebebasan dan mahasiswa jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Indonesia. Haikal juga merupakan anggota Charter Team dari organisasi Students for Liberty (SFL) dan mewakili SFL Indonesia dalam Asia Liberty Forum pada bulan Februari tahun 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, ia adalah salah satu pendiri dan koordinator Indo-Libertarian, sebuah komunitas libertarian pertama di Indonesia. Haikal dapat dihubungi melalui twitter: @HaikalKurnia dan email: [email protected]