Tentang Milton Friedman

Resensi    | 1 Agu 2017 | Read 469 times
Tentang Milton Friedman

Kapitalisme saat ini sering disalahpahami sebagai biang dari kemiskinan dan mendongkrak kekayaan pada segelintir orang yang sering disebut sebagai elit global. Namun senyatanya, kapitalisme atau pasar bebas telah mendorong kemakmuran dan kemajuan yang besar bagi peradaban manusia. Fakta bahwa hampir setiap menit dalam sehari 60 orang di seluruh dunia telah terangkat dari kemiskinan ekstrim yang di deritanya. Standar hidup orang per orang dari generasi ke generasi kini melaju semakin baik.

Selanjutnya, angka kematian bayi di negara-negara berkembang telah berhasil di kurangi sebesar 40%. Kemiskinan di dunia selama 20 tahun belakangan ini telah berhasil di tekan lebih dari setengahnya. Apakah ini mengindikasikan munculnya bahaya dari kapitalisme dan globalisasi ekonomi?

Kemajuan negara-negara berkembang tiap tahun tiap membaik, berkat proses refrormasi dan liberalisasi ekonomi yang mereka terapkan,  Contohnya Tiongkok dan India. Sedangkan negara-negara yang berusaha melawan arus dan melakukan terlalu banyak intervensi dan proteksionis terhadap ekonomi mereka, hasilnya akan menjadi seperti Venezuela yang mengalami krisis berkepanjangan.

Pasar bebas memang kini menjadi mantra kemakmuran oleh berbagai bangsa di sebabkan terbukti ‘keampuhannya’ dalam menciptakan kesejahteaan, bahkan kepada negara-negara yang sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang relative kecil seperti Singapura dan Hongkong, pasar bebas tetap bisa merangkul mereka dan memberikan limpahan kesejahteraan.

Timbulnya kesadaran akan suksesnya liberalisasi ekonomi ini hadir ketika Chile, negara yang awalnya mengalami kehancuran ekonomi akibat sistem ekonomi tersentral yang di lakukan oleh partai komunis, kemudian dengan pergantian rezim berubah 180 derajat menjadi negara yang makmur dan terus berkembang menjadi negara kaya seperti yang saat ini kita ketahui.

Apakah sebab Chile bisa berkembang begitu ‘ajaib’? Selain karena kesadaran penguasa Chile terhadap efisiensi pasar bebas,  ada satu sosok yang menjadi pendekar pasar bebas. Tokoh ini merupakan pejuang sejati sistem kapitalisme Laissez Faire di tengah-tengah derasnya perkembangan ekonomi mazhab Keynesian yang telah menjadi primadona oleh para politisi dan para ekonom, dia adalah Milton Friedman.

Milton Friedman mungkin tercattat salah satu ekonom yang secara konsisten memperjuangkan pasar bebas, ia meraih hadiah Nobel di bidang ekonomi pada tahun 1976. Postur tubuh yang kecil, kepala yang botak licin, wajah yang teduh, senyumannya manis, ramah dan humoris, mungkin inilah kesan sekilas yang bisa kita tangkap jika kita menonton dokumenter The Power of Choice- The Life and Ideas of Milton Friedman.

Milton Friedman tampil seorang yang ramah bagi orang-orang yang mencintainya, namun sekaligus seorang anarki kapitalisme yang jahat bak iblis menurut para pembenci dan orang-orang yang dengki atas kerja kerasnya. Bahkan ketika Ia menghadiri resepsi penghargaan Nobel untuk dirinya, salah satu pengunjung yang anti terhadap pemikiran Friedman membuat kegaduhan dan menuding Friedman sebagai antek-antek kapitalis.

Kehidupan Friedman

Milton Friedman lahir dari keluarga bahagia, Orang tuanya merupakan keturunan Yahudi asal Carpatho–Ruthenia suatu provinsi di Austria Hongaria. Ia merupakan anak terakhir dari empat bersaudara dan satu-satunya anak lelaki di dalam keluarganya. Kemudian keluarganya pindah ke Amerika untuk mengadu nasib di sana, mereka tinggal  di Rahway,  New Jersey dan membuka usaha toko makanan dan jahitan di rumahnya.

Ketika Milton tengah mengakhiri studi SMA-nya, Ayahnya meninggal dunia, tentu saja keadaan ini mempengaruhi ekonomi keluarga, namun untungnya Milton mendapat beasiswa dari Rutgers University dan lulus tahun 1932 dengan mengambil jurusan matematika. Namun ia tertarik pada ilmu ekonomi dan memutuskan untuk berkonsentrasi pada bidang ini.

Salah satu tokoh yang berjasa dalam hidupnya sekaligus memperluas wawasan Milton tentang ekonomi adalah Arthur F. Burns. Kesannya terhadap Burns terlukis dalam kata-katanya : “Arthur Burns telah mengubah pemahaman saya tentang studi ekonomi, ia memperkenalkan saya pada standar ilmu pengetahuan tingkat tinggi, dan menjadi guru yang sangat berjasa bagi karir saya ke depannya.”

Selain Arthur Burns, salah satu tokoh yang berpengaruh baginya Homer Joness, ia membuat pemikiran Milton terhadap ekonomi menjadi lebih lues dan relevan dengan problem-problem di zamannya. Homer Joness jugalah yang merekomendasikan Milton Friedman untuk mendapat beasiswa di Universitas  Chicago. Di Chicago inilah Milton Friedman seperti mendapat suntikan intelektual dan di tempat inilah ia berkenalan dengan calon istrinya, Rose Director.

Milton Friedman seolah telah ditakdirkan untuk hidup sebagai seorang ilmuwan ekonomi yang memberi jalan pada kegelapan di zamannya. Ia menapaki masa remaja ketika Amerika telah dilanda depresi ekonomi yang luar biasa hebatnya (Great Depression) di tahun 1930an, petaka malaise telah membuat kesengsaraan dimana-mana, mungkin ini salah satu yang menjadi penyebab Milton untuk mempelajari ilmu ekonomi.

Pemikiran Friedman

Ia telah menulis beberapa buku yang salah satunya telah membawa namanya ke ranah internasional, beberapa buku yang telah di tulis oleh Milton Friedman Income from Independent Professional Practice yang dibuatnya bersama dengan Simon Kuznets dan  menjadi bahan untuk desertasi doktoralnya.

Kemudian buku yang menjadi salah satu karya fenomenalnya, A Theory of the Consumption Function,buku ini Friedman membantah argumen John Maynard Keynes tentang konsumsi dan pendapatan, Baginya, bukan  pengeluaran mereka untuk konsumsi yang menjadi acuan bagi pendapatan individu, namun konsumsi tahunan masyarakat yang menjadi patokan untuk mengetahui tingkat pendapatan yang di inginkan oleh individu.

Capitalism and Freedom, adalah buku terkenal Milton lainnya. Buku ini menjadi pegangan bagi para ekonom atau mahasiswa ekonomi yang ingin mempelajari ekonomi pasar bebas, bukan hanya dari segi teoritiknya saja tapi juga menjelaskan secara detail praktiknya di masyarakat. Buku ini membeberkan beberapa argumentasi Milton Friedman mengenai penghapusan lisensi dokter, mengenai  wajib militer dan sukarelawan militer. Buku itu juga memaparkan sisi negatif dari pajak penghasilan, dan subsidi  pendidikan yang dianggap tidak efektif.

Sesuatu lintasan sejarah yang paling kontroversial dikala menjadi penasihat bagi Presiden Chile Augusto Pinochet. Khususnya pada Augusto Pinochet, Milton Friedman sering berkirim surat dan memberi masukan pada diktator Chile tersebut untuk memberi solusi-solusi bagi pemerintah Chile agar dapat keluar dari masalah-masalah ekonomi yang membelenggu Chile akibat Krisis ekonomi tahun 1973 yang diakibatkan oleh pemerintahan komunis.

Akibat kedekatan dengan diktator Chile tersebut, Milton dianggap sebagai anggota Chicago Boys yang dituduh sebagai kepanjangan tangan Richard Nixon untuk mengintervensi keadaan ekonomi Chile. Namun Milton hanya menegaskan bahwa ia hanya sebagai penasihat ekonomi bagi Augusto Pinochet.

Milton Friedman sendiri menyebut prestasi ekonomi Chile sebagai ‘keajaiban’  dimana krisis ekonomi yang disebabkan oleh pemerintahan Salvador Allende yang melakukan intervensi dan proteksi pada ekonomi Chile. Chile mengalami krisis yang begitu hebat dan dahsyat. Angka kemiskinan terus bertambah, pengangguran terjadi di mana-mana, di setiap sudut kota masyarakat berjejal-jejal untuk mendapatkan makanan.

Dibawah pemerintahan komunis, Chile mengalami hyperinflasi lebih dari 150%. Pemerintahan Salvador Allende terus melakukan reformasi kebijakan ekonomi lewat nasionalisasi, kontrol ketat pada modal asing dan  usaha swasta. Krisis keuangan ini menyebabkan ketidakpercayaan rakyat pada pemerintahan Allende, demonstrasi dari berbagai lapisan kalangan untuk perbaikan ekonomi terus terjadi. Hingga pada tahun 1973, militer dibawah Jenderal Pinochet melakukan kudeta terhadap pemerintahan komunis.

Pinochet menegaskan bahwa Chile bukanlah negara proletar, namun Chile adalah negara pengusaha. Di sinilah kemudian Ia mengambil peran untuk membantu liberalisasi ekonomi Chile dan hasilnya sangat memuaskan. 45% penduduk Chile yang miskin berhasil ditekan hingga menjadi 14%, Chile sekarang telah menjadi negara terkaya di antara negara-negara Amerika latin dan menjadi model keberhasilan sistem ekonomi pasar bebas.

Bagi Milton Friedman, kebebasan individu dalam berusaha dan memiliki alat produksi adalah prakondisi dari kemakmuran.  Peran negara yang terlalu mengontrol ketat perekonomian masyarakatnya justru menyebabkan krisis dan ketidakmerataan kemakmuran.

Milton percaya kepada mekanisme pasar yang bekerja mengatur dan memeratakan kesejahteraan setiap orang secara alami. Karena filosofi dasar manusia melakukan transaksi berdasar keinginan dan kebutuhan individu pribadi, bukan karena aturan dari penguasa, maka penguasa tidak bisa dan tidak akan bisa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan utama setiap individu.

Mengapa Milton Friedman memilih pandangan ekonomi pasar bebas ketimbang pandangan-pandangan lain yang saat itu tengah naik daun seperti ekonomi sosialis dan ekonomi Keynesian? Jawabannya terletak pada setiap individu memiliki kebutuhan dan kebebasan untuk memilih barang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Mekanisme pasar terjadi secara spontan disebabkan terjadinya siklus konsumsi dari masyarakat yang melakukan transaksi sesuai kebutuhan dan keinginan pribadinya masing-masing.

Pria humoris dan ramah ini akhirnya menutup mata untuk selamanya pada tanggal 16 November 2006 di San Francisco, California, pada umur 94 tahun. Kini dunia memperingati hari kelahirannya dengan adanya ‘Milton Friedman Day’ untuk mengenang pemikiran dan jasanya.

Dunia modern telah membuktikan ketepatan dan kebenaran teori Milton Friedman tentang ekonomi pasar bebas. Jatuhnya Uni Soviet serta Eropa Timur akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan telah membuktikan bahwa negara tidak bisa dan tidak akan pernah bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya lewat intervensi dan paksaan. Sejarah telah membuktikan, negara-negara yang berdiri pada fondasi ekonomi terpimpin akhirnya kalah bersaing dan kalah maju oleh negara yang berporoskan pada sistem pasar bebas yang menjunjung kebebasan ekonomi bagi setiap individu.

Reynaldi

Reynaldi adalah Mahasiswa Aqidah Filsafat UIN Jakarta, Seorang aktivis Muslim moderat yang tertarik untuk mengembangkan ide-ide mengenai toleransi, kemanusiaan, kebebasan, dan kerukunan antar umat beragama. Email: [email protected]