Muhamad Iksan

Muhamad Iksan

Muhamad Iksan (Iksan) adalah Pendiri dan Presiden Youth Freedom Network (YFN), Indonesia. YFN berulang tahun pertama pada 28 Oktober 2010, bertempatan dengan hari Sumpah Pemuda. Iksan, juga berprofesi sebagai seorang dosen dan Peneliti Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Jakarta. Alumni Universitas Indonesia dan Paramadina Graduate School ini telah menulis buku dan berbagai artikel menyangkut isu Kebijakan Publik. (public policy). Sebelum bergabung dengan Paramadina sejak 2012, Iksan berkarier sebagai pialang saham di perusahaan Sekuritas BUMN. Ia memiliki passion untuk mempromosikan gagasan ekonomi pasar, penguatan masyarakat sipil, serta tata kelola yang baik dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik di Indonesia.

Iksan bisa dihubungi melalui email [email protected] dan twitter @mh_ikhsan

Opini 31 Agu 2016

 

Terdengar sayup-sayup, usulan Menteri Muhajir soal Full Day Schools (FDS)  masih tetap berlangsung, walaupun pendapat publik jelas mengutarakan penolakan tehadap rencana ini.  Saya berharap sinyalemen gerakan bawah tanah “FDS” tidak terbukti. Kalaupun terdengar masih ingin menerapkan FDS, tentu saja wakil-wakil rakyat yang terhormat di Komisi X (Pendidikan) selayaknya menjalankan tugas representasinya dengan baik, mengajukan pertanyaan sekaligus menguji model FDS apa lagi yang ingin diterapkan pemerintahan saat ini.

Dalam analisis ini, saya ingin bercerita soal teknologi dalam pendidikan, sesuatu yang tidak banyak mendapat sorotan publik. Mengapa saya tertarik menulis fenomena kering yang tidak hot ini? Mungkin karena saya memercayai bahwa pendidikan negeri kita tidak senegatif berita massa. Benar ada guru yang dipidanakan karena melakukan kekerasan di sekolah, tidak salah bahwa banyak sekolah negeri milik pemerintah yang rusak berat, dan tidak dimungkiri kualitas sumber daya manusia kita cenderung tertinggal dari negara sekawasan.

Editorial 10 Agu 2016

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru menjabat 13 hari sudah membuat gebrakan baru, Menteri Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya pada hari Selasa (9 Agustus 2016), menyatakan: "Merujuk arahan Presiden Joko Widodo, kami akan memastikan bahwa memperkuat pendidikan karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar di sekolah.”

Cerita 25 Jul 2016

Sabtu 2 Juli kami mengadakan acara perdana sekaligus buka puasa bersama “Ngopi Sore” untuk kebebasan. Acara ini menghadirkan dua orang pemateri, Rofi Uddarojat Managing Editor website ini dan “Romo” Haryo Aswicahyono – peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta. Acara perdana ini mendapat sambutan hangat dan luas, sekitar 40 orang hadir sore itu di Coffeeberian, Jakarta Selatan.

Editorial 9 Mei 2016

Keadaban publik negeri ini kembali terkoyak. Kali ini, korban merenggut tubuh dan jiwa YY seorang siswi Sekolah Menengah Pertama di desa Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, Bengkulu. Pelaku tindakan kriminal yang keji itu membuat nalar kita kehilangan relevansinya , 14 laki-laki dengan usia di bawah 20 tahun dengan 5 orang diantaranya masih berstatus pelajar. Kejadian terkutuk itu terjadi pada 2 April. Jasad YY ditemukan dalam keadaan mengenaskan di jurang pada 4 April. Lebih dari sebulan yang lalu, hampir tanpa liputan media massa serta publik.

Wawancara 12 Apr 2016

Di sela-sela acara konferensi Asia Liberty Forum Februari lalu, Managing Editor SuaraKebebasan.org, Muhamad Iksan, mewawancarai Dr.  Eamonn Butler, Direktur Adam Smith Institute. Dr. Butler adalah sarjana yang memperoleh Ph.D dari the University of St Andrews pada tahun 1978, mempelajari ekonomi, filsafat dan psikologi. Ia juga pernah bekerja pada DPR Amerika Serikat (House of Representatives) di bidang kesejahteraan dan isu pensioun di dekade awal 1970-an sebelum kembali ke negara asalnya, United Kingdom, guna membantu pendirian lembaga pemikir (think-tank) Adam Smith Institute. Ia juga dikenal sebagai penulis yang prolific dimana beragam buku telah dihasilkannya diantaranya: Adam Smith: A Premier (sudah diterjemahkan kami dalam Dasar-Dasar Libertarianisme), Ludwig von Mises: A Premier, Public Choice: A Premier, dan beragam buku lainnya. Berikut adalah petikan wawancara Iksan (SK) dengan Eamonn Butler (EB).

Cerita 1 Apr 2016

Lebih dari satu minggu yang lalu, kita menonton demonstrasi supir taksi regular yang biasa dijumpai di jalanan meminta pemerintah membatasi kehadiran ‘pesaing’ mereka, yaitu jasa angkutan berbasis on-line. Kita sama-sama tahu demostrasi berjalan chaotic dan membawa kerugian bagi masyarakat umum. Saya jadi teringat tentang lokakarya SEANET (SouthEast Asia Network for Development) yang telah berlangsung pada akhir Februari tahun ini- tepatnya 21 Februari 2016 setelah konferensi Asia Liberty Forum 2016. Tidak secara khusus membahas soal persaingan bisnis konvensional dan daring.