Muhamad Iksan

Muhamad Iksan

Muhamad Iksan (Iksan) adalah Pendiri dan Presiden Youth Freedom Network (YFN), Indonesia. YFN berulang tahun pertama pada 28 Oktober 2010, bertempatan dengan hari Sumpah Pemuda. Iksan, juga berprofesi sebagai seorang dosen dan Peneliti Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Jakarta. Alumni Universitas Indonesia dan Paramadina Graduate School ini telah menulis buku dan berbagai artikel menyangkut isu Kebijakan Publik. (public policy). Sebelum bergabung dengan Paramadina sejak 2012, Iksan berkarier sebagai pialang saham di perusahaan Sekuritas BUMN. Ia memiliki passion untuk mempromosikan gagasan ekonomi pasar, penguatan masyarakat sipil, serta tata kelola yang baik dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik di Indonesia.

Iksan bisa dihubungi melalui email [email protected] dan twitter @mh_ikhsan

Cerita 2 Nov 2017

Pada 13-15 Oktober lalu, saya menghadiri lokakarya yang diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bertajuk “Liberty and Development: Human Identities between Religion and Globalization” tentang Kebebasan dan Pembangunan: Identitas Manusia antara Agama dan Globalisasi. Acara lokakarya perdana ini menggunakan konsep colloquium dari Liberty Fund, lembaga pemikir yang aktif menyebarluaskan konsep dan teoritik Libertarianisme asal Indianapolis, Amerika Serikat.

Karakteristik unik lokakarya Liberty Fund adalah perdebatan diskusi diberikan kerangka melalui makalah-makalah yang sudah dipersiapkan panitia sebelumnya. Boleh dikata, lokakarya serupa ini tidak bisa hanya bermodalkan kepandaian berbicara an sich, tetapi juga kemauan untuk membaca teks secara intensif. Dengan demikian, akan terlihat dari kualitas pendapat peserta. Lokakarya kali ini menghadirkan kombinasi peserta sebagai narasumber: ekonom, penggiat organisasi masyarakat sipil, dosen dan akademisi, serta aktivis akar rumput dari organisasi non pemerintah (LSM). Dengan beragam latar belakang dan asal peserta memastikan diskusi bernas diharapkan terjadi.  

Cerita 25 Sep 2017

Saya beruntung mendapat kesempatan mewakili Suara Kebebasan dalam pertemuan Strategik lembaga pemikir (think tank) se-Asia di Kuala Lumpur, Malaysia seminggu yang lalu (11-12 September). Acara ini didukung oleh yayasan politik dari Jerman, Friedrich Naumann Foundation for Freedom dengan tuan rumah IDEAS Malaysia. Secara rutin setiap tahun, sejak tahun 1998 sampai tahun lalu, konferensi think tank berorientasi kepada pasar bebas (free market) dan ekonomi pasar selalu diadakan.

Konferensi yang acara utamanya ialah peluncuran dan diseminasi Laporan Indeks Kebebasan Ekonomi (Economic Freedom of the World) dari Fraser Institute Kanada, dengan beragama sesi diskusi di dalamnya. Dengan tema yang berbeda-beda pula setiap tahunnya. Perihal indeks kebebasan ekonomi, apa dan mengapa perlu suatu indeks, Sindikasi Arianto Patunru “Kebebasan, Persaingan, dan Indeks Kebebasan Ekonomi” dapat dibaca.

Cerita 7 Agu 2017

Sabtu 22 Juli, Suara Kebebasan bekerjasama dengan FNF Indonesia, kami mengadakan Ngopi Sore yang ketujuh. Tajuk acara kali ini tentang evaluasi kebijakan transportasi online dari sudut pandang pelaku dan pengamat kebijakan publik. Selain itu, kami hadirkan pula bahasan tentang mobilitas cerdas sebagai prasyarat upaya mengurangi efek perubahan iklim di daerah perkotaan. Acara ini menghadirkan empat pembicara diantara: Lantip Prakoso (pelaku bisnis transportasi daring), Rofi Uddarojat (Editor Pelaksana Suara Kebebasan dan peneliti IMPACT), Diovio Alfath (Climate Institute) dan Ingo Hauter (FNF Indonesia), sekitar 50 orang hadir sore itu di sebuah Café di bilangan pusat Jakarta.

Cerita 23 Jun 2017

Sabtu dua pekan lalu 10 Juni, Jakarta kembali menjadi tuan rumah Ngopi Sore untuk kebebasan sekaligus buka puasa. Acara ini menghadirkan pembicara seorang ekonom dari Bank Indonesia Nurkholisoh Ibnu Aman. Ia adalah alumnus Universitas Chicago, AS di bidang Analytics Finance dan Ekonomi Internasional, sekitar 25 orang hadir sore itu di Coffeeberian, Jakarta Selatan.

Editorial 26 Apr 2017

Pilkada Jakarta 2017 mengulangi sejarah pilkada Gubernur Ibu Kota sebelumnya, tidak mudah bagi petahana menang melawan penantang, bahkan dengan tingkat kepuasaan terhadap Gubernur berkuasa begitu tinggi, mencapai 70 persen.  Lalu bagaimana mungkin Petahana Gubernur Ahok terjungkal melawan seorang mantan Menteri yang sembilan bulan lalu terkena reshuffle Kabinet Presiden Joko Widodo.

Cerita 3 Mar 2017

10-11 Februari 2017 tercatat sebagai tanggal terlaksananya hajatan regional dari para penggiat dan pejuang Kebebasan (Asia Liberty Forum-ALF) dari berbagai kawasan di Asia. Ini kali kedua saya hadir, setelah sebelumnya tahun lalu di Kuala Lumpur-Malaysia, sebagai salah satu pembicara dalam sesi break-out konferensi 2016. Centre for Civil Society (CCS) bertindak sebagai tuan rumah ALF 2017 dengan dukungan penuh dari Atlas Network serta mitra lainnya seperti Frederich Naumann Foundation – Kantor Asia Selatan.