Mana Pilihanmu: Pengendalian diri atau Pengendalian negara?

Cerita    | 10 Nov 2017 | Read 90 times
Mana Pilihanmu: Pengendalian diri atau Pengendalian negara?

Sebuah kesempatan bagi saya, bisa menghadiri dan sekaligus menjadi moderator dalam acara bedah buku dan diskusi dengan tema, “Apa Pilihanmu: Pengendalian Diri  atau Pengendalian Negara?”. Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi (HIMAISTRA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, pada kamis 26 Oktober 2017 ini merupakan sebuah serangkaian tur dari Suarakebebasan.org dalam mengadakan diskusi dan bedah buku yang baru dipublikasikan tersebut.

Rofi Uddarojat sebagai pemateri pertama memberikan ulasan yang cukup luas dalam menjelaskan isi dari buku karangan Tom G Palmer tersebut. Sebagai pembicara dari Suara Kebebasan, Rofi mencoba menjelaskan bagaiamana sebuah pilihan pribadi memiliki sebuah peluang bagi siapapun untuk berkompetisi. Begitupula dalam menentukan jalan kehidupannya, individu lebih mengetahui apa kebutuhan pribadinya, dari pada negara yang harus mengatur.

Ironisnya sebuah permasalahan terkadang terjadi disebabkan karena regulasi itu sendiri. Seperti halnya banyaknya korban dari minuman beralkohol. Banyaknya korban yang meninggal dunia bukan disebabkan karena mereka mengkonsumsi minum beralkohol yang sesuai standart pangan, namun hal tersebut malah disebabkan oleh illegalitas minuman yang mereka buat dengan sendirinya. Ini dikarenakan mereka merasa butuh terhadap minuman beralkohol, namun kebutuhan yang mereka inginkan terbatas oleh regulasi yang ada. Alhasil mereka mengkonsumsi minuman yang di luar standar kesehatan.

Pemateri kedua, Faris Widyatmoko (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Airlangga) meninjau dan menegaskan kembali pada perspekstif sebuah kebijakan. Baginya, antara kebijakan negara dan kehendak individu harus memiliki sebuah keselarasan. Keberadaan negara merupakan sebuah wadah dalam melayani masyarakat. Peranan antara masyarakat dan pemerintah dapat diketahui dengan menggunakan rasionalitas dalam memahaminya. Seperti halnya memilih jodoh, tentunya kita tidak akan mau ketika negara mengambil alih kebebasan kita ketika negara menentukan calon kita.

Sesi tanya-jawab diawali penanya yang bertanya cara dalam menyeimbangkan kebebasan dan tanggung jawab. Penanya lain menanyakan tentang batas-batas pada kebebasan yang bisa mengancam sebuah ideologi negara. Wildan Fu, sebagai penanya terakhir menanyakan, peranan negara dan kebebasan individu, ketika menentukan pilihanya.

Rofi mememberikan penjelasan bahwa manusia ketika diberikan sebuah amanah dan tanggung jawab dalam kebebasannya, mereka akan menggunakan kebebasan secara tanggung jawab. karena ini adalah pilihan pribadinya. Seperti halnya melakukan ibadah, semua akan berbeda rasanya ketika kita beribadah karena paksaan dan beribadah karena pilihan diri sendiri. Begitupula dalam menjalankan kehidupan. Manusia akan lebih bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Kebebasan yang ditentukan oleh individu merupakan sebuah pilihan. Terkadang keberadaan negara menjadi sebuah alasan kenapa terjadinya sebuah pelanggaran. Ini terbukti seperti di negara-negara yang sudah sedikit melegalkan minuman berlakohol. Ketika negara tersebut melegalkan sebuah minuman beralkohol, secara drastis korban kematian karena minuman beralkohol itu menurun drastis. Ini terjadi di negara seperti Jerman dan Rusia. Pada intinya, terkadang sebuah label pelanggaran aturan terjadi dari kebijakan pemerintah.

Hasil dari bedah buku dan diskusi ini menjadi pengetahuan dan ilmu baru bagi mahasiswa di Universitas Jember. Terutama dengan adanya buku Tom G Palmer tersebut, mahasiswa menjadi semakin penasaran untuk mendalami dan mengetahui arti kebebasan. Dari sini mereka mengetahui bahwa jalan hidup, adalah pilihan pribadi. Sedangkan negara hanya untuk melayani.

Wildan Rofii

Wildan Rofii adalah mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jember. Penulis juga aktif dalam Lembaga Ilmiah Mahasiswa Sospol. Memiliki ketertarikan pada Politik, Filsafat, dan Kopi. Wildan bisa dihubungi melalui : [email protected]