Pencerahan Melalui Kebebasan

Cerita    | 7 Nov 2017 | Read 87 times
Pencerahan Melalui Kebebasan

Pada 25 Oktober 2017, SuaraKebebasan.org bersama Demisioner Ketua BEM Unesa Periode 2016-2017, M. Zainal Arifin, hadir sebagai narasumber dalam Bedah Buku tentang “Politk dan Kebebasan”. SuaraKebebasan.org menghadirkan salah satu editor pelaksananya, yakni Rofi Uddarojat. Kedua narasumber memberikan wawasan dalam acara yang diselenggarakan oleh Development Administrators Comunity dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Jl. Ketintang Surabaya tersebut.

Bedah Buku berlangsung sejak pukul 14.00 WIB di aula gedung LPPM UNESA, dengan tema “Kebebasan Mahasiswa yang bertanggung jawab.” Dengan Sanyen Pasaribu, selaku ketua moderator, bedah buku ini dihadiri oleh kurang lebih 30 orang, yang terdiri dari mahasiswa UNESA.

Bedah Buku ini merupakan salah satu peringatan atas apa yang sudah dilakukan mahasiswa selama ini di kampus mereka. Dalam diskusi tersebut, Rofi mengatakan, berkenaan dengan tema dalam bedah buku tersebut, diperlukan sebuah penjabaran yang mendalam bagaimana mahasiswa menempatkan diri sesuai dengan bagiannya masing-masing

”Antara politik dan kebebasan yang dimaksud adalah satu kesatuan yang utuh. Karena pada dasarnya Indonesia sebagai negara demokrasi tentunya menjunjung kaidah-kaidah yang ada di dalamnya. Maka dari itu, akan sangat penting menghargai dan menghormati kebebasan bagi individu maupun kelompok dalam memilih alternatif dalam bertumbuh dan berkembang untuk mewujudkan tujuan hidup yang hendak dicapai. Yang dalam hal ini bebas tapi tetap bertanggungjawab, karena kebebasan yang diberi harus bisa diseimbangkan dengan pertanggungjawaban atas tindakan yang telah dilakukan. Itulah relevansi dari politik dan kebebasan yang dimaksud oleh penulis, yaitu bebas tapi bertanggung Jawab.” Demikian penjelasan Rofi.

Rofi juga menjelaskan bahwa kebebasan penting bagi manusia, tidak hanya sebagai alat untuk membebaskan dari penindasan negara atau manusia, tetapi juga sebagai jalan untuk menuju masyarakat yang bahagia. Rofi menjelaskan tentang indeks kebebasan ekonomi (Economic Freedom Index) yang menjadi kunci kemakmuran negara-negara di dunia, ternyata ditentukan oleh seberapa besar negara mengadopsi kebebasan dalam urusan ekonomi. Negara yang lebih memberikan kebebasan pada warganya, dengan disertai aturan dan penegakan hukum, membuat semakin besar peluang untuk memakmurkan rakyatnya.

Sedangkan untuk pemateri kedua dari Demisioner Presiden BEM UNESA, Zainal mengatakan bahwa, “kebebasan dari mahasiswa mutlak diperlukan karena sejatinya mahasiswa adalah manusia yang sedang bereksperimen untuk mencari bentuk ideal menurut dirinya sendiri”. Zainal juga kembali menekankan pada intinya bebas itu boleh asal bisa bertanggung jawab. Misalnya dalam pergerakan mahasiswa, prinsip kebebasan harus digunakan untuk semakin kritis kepada kekuasaan.

Usai mendengarkan ulasan dari para narasumber, mahasiswa yang hadir dalam bedah buku tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang hal terkait kebebasan  yang belum dapat dipahami.

Akhmad Nanda

Akhmad Nanda adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Universitas Negeri Surabaya